Sundea: Jantung Zodiak Gembira Pada Akhirnya Tetep Teks

Bagi Sundea, Zodiak Gembira tak bisa dipisahkan dari pilihannya menjadi penulis kelontong. Mengapa? 

Wawancara ini adalah obrolan up close and personal tentang perjalanan Zombi dan prinsip-prinsip yang memeliharanya.

Di akhir artikel, mengetahui siapa yang mewawancara Sundea akan membuatmu terkejut. Bukan click bait. 

 

foto: wangirupa studio  

 

Ok, De. Perkenalkan diri kamu secara singkat. Sebutin tiga hal yang rasanya kamu banget. 

Merkurial. Matahari. Zodiak.

Kenapa? Coba sekarang di-breakdown satu-satu.

Pertama, soal Merkurial.

Merkurius adalah planet yang erat kaitannya sama teks, pesen, dan komunikasi. Kebetulan di chart zodiak matahariku ada di Gemini dan bulannya ada di Virgo. Baik Gemini maupun Virgo sama-sama dikuasain Merkurius. Terus matahari dan bulan ini perannya cukup besar di keseluruhan karakter seseorang.

Sejak tau itu, aku jadi ngerti kenapa sejak kecil aku deket sama kata-kata. Aku cepet banget belajar ngomong, udah bisa baca menjelang masuk sekolah, dan suka permainan kata dari kecil sampai sekarang. Persahabatan aku sama tulis-menulis nggak pernah putus sampai hari ini.  

“Penulis kelontong” bukan sekadar profesi, tapi sesuatu yang aku pegang sebagai jalan hidup. 

Ke dua, soal matahari.

Aku suka matahari. Meskipun orang sadar sama keberadaannya, dianya sendiri bukan untuk diliat. Terangnya bikin segala sesuatu jadi keliatan, dia narator, satu mata yang ngeliat dunia dan memperlihatkan banyak cerita setiap hari.

Dari prinsip inilah lahir catetan-catetan “salamatahari”-ku dan nama pena “Sundea” yang dikasih sama temen baik aku, almarhum Norvan, ilustrator buku pertama aku.  

Ke tiga, soal zodiak.

Sebenernya ini awalnya iseng. Temen-temen aku sering curhat dan minta pendapat tentang orang-orang yang aku nggak kenal. Aku jadi nyoba ngeduga-duga sifat orang yang diceritain berdasarkan zodiak. Lama-lama kok suka bener?

Akhirnya aku cari tau lebih jauh tentang zodiak. Dari seorang temen, namanya Arthur Situmeang, aku tau apa itu chart zodiak. Sejak saat itulah aku "zodiak banget" karena terus menyelami betapa kompleks dan menariknya karakter seseorang berdasarkan apa yang tersurat di chart zodiak.

 Soal zodiak itu sendiri, selengkapnya aku jelasin di sini aja ya. 

Menurut kamu, zodiak itu ada 12 atau 13?

Dua belas. Ada alesannya astrologi dibagi ke dua belas zodiak itu. Astrologi beda sama astronomi. Itu penjelasannya panjang banget dan bisa dibaca di sini. Penting untuk diketahui.

Sejak kapan kamu mulai bikin Zodiak Gembira dan ngejual jasa ini?

Nama Zodiak Gembira resmi lahir 8 Februari 2012, pas aku ngebacain chart zodiak temen baik aku sebagai hadiah ulangtaun. Awalnya jasa pembacaan ini nggak dijual. Nama Zodiak Gembira juga asal banget kecetusnya, plesetan dari “soda gembira” yang aku minum di suatu food court pas lagi baca chart.

Setelah makin banyak yang minta dibacain, bahkan di luar lingkaran temen-temen, barulah aku mulai pasang tarif. Awalnya cuma untuk ngurangin permintaan karena makin lama makin liar yang minta dan aku mulai kewalahan. Taunya tetep banyak yang minta, makin serius, terutama setelah sempet kolaborasi sama seniman hits RukmunalHakim

 


Apa yang bikin kamu percaya sama chart zodiak?

Pengalaman. Waktu pertama banget belajar baca chart, yang aku baca kan diri aku sendiri. Ternyata chart zodiak ini sangat ngebantu. Setelah tau isi chart aku, aku lebih paham apa yang aku butuhin dan gimana nge-treat-nya. Abis itu aku mulai ngebacain temen-temen. Ternyata itu pun ngebantu buat mereka. Buat mereka, banyak hal yang jadi terang benderang dan tau musti diapain karena uraian zodiak.

Nah, yang paling absurd, waktu suami aku PDKT, aku baca dulu chart-nya. Ternyata kesan aku tentang dia nggak sama sama isi chart zodiaknya. Karena aku percaya sama chart, aku coba jalan aja dulu. Nggak taunya makin ke belakang makin keliatan kalau chart ternyata lebih tepat daripada kesan aku. Salah satu keputusan paling besar di idup aku—milih suami—aku ambil antara lain dengan baca chart zodiak dan aku nggak nyesel sama sekali bahahaha. 

Apakah zodiak ini bisa dibuktiin secara ilmiah?

Pada dasarnya zodiak ini pseudo-science dan sebuah tradisi panjang. Jadi aku sendiri nggak ngeliat zodiak sebagai sesuatu yang ilmiah. Tapi dia tetep ada metode dan forumnya, kita nggak bisa sembarangan ngarang-ngarang kayak nambah-nambahin zodiak jadi 13, tanpa tau persis metodenya.

Kalau diibaratin pengobatan, mungkin zodiak lebih kayak pengobatan alternatif. Ada metodenya dan nggak sembarangan, tapi lebih cair dan sangat bergantung sama praktisinya.

Terus apa yang bikin kamu yakin sama diri kamu sebagai praktisi?

Dari dulu aku selalu tertarik sama karakter. Mungkin karena itu juga banyak yang suka curhat, minta pendapat aku tentang sifat orang yang mereka nggak ngerti. Kalau baca buku atau nonton film, karakter juga sering jadi perhatian utama aku. Kalau nulis cerita sendiri, karakter pun jadi prioritas buat aku.

Nggak tau karena kebanyakan ngamatin orang atau gimana, kalau aku nulis, koneksi aku sama karakter-karakter fiksinya juga agak nggak real. Selain riset, biasanya tokoh-tokoh ini aku wawancara. Aku kasih si tokoh itu cerita, tapi aku biarin dia jalan sendiri sesuai pilihan-pilihannya. Lewat interaksi itu, aku akan kenal si tokoh sebagai karakter solid. Ceritaku sendiri kompromistis. Buat aku semua berpusat di tokohnya, yang terpenting adalah mereka. Tugas aku ngebantu si tokoh kenal dirinya, nyari tujuannya, dan nerjemahin semua itu ke dalem teks yang nganter mereka ke ujung cerita.

Baca chart zodiak juga mirip-mirip gitu. Setiap ngeliat chart, aku ngerasa chart itu kayak cerita sendiri ke aku dengan bahasa astrologi; semakin jauh aku belajar astrologi, semakin terang benderang bintang-bintang di chart nyampein ceritanya. Selanjutnya, aku ngebantu isi chart menguraikan diri dengan kata-kata, supaya bisa nerangin jalan buat pemilik chart dan nganter si pemilik chart jalan sampai ke ujung ceritanya sendiri.

Bentar. Berarti baca chart zodiak ini masih segaris sama jalan hidup kamu sebagai penulis kelontong?

Banget. Itu sebabnya aku rasa pembacaan aku lebih kuat ketika tertulis.

Aku sempet rutin ngisi segmen “Zodiac on Sarah” di “Sarah Sechan” Net TV, dua kali nemenin Hilbram Dunar di “Sahabat Inspirasi” O Channel, dua kali dateng ke acara "Pagi-pagi" Net TV, bikin Podcast Zodiak Gembira bareng Podluck Podcast, dan nemenin Dhira Bongs di segmen youtube-nya, "Bacod – Baca Zodiak dia dong". Buat aku semua pengalaman itu menarik banget dan aku belajar banyak dari situ. Tapi aku tau jantung Zodiak Gembira pada akhirnya tetep teks.

Aku pernah bikin program “Pikun – Ngopi Bareng Dukun” di kafe Kofieloka bareng suatu port namanya Beranda. Meskipun ada temu muka dan ngobrol-ngobrol sama orang-orang yang kubacain, di ujung pertemuan aku selalu kasih catetan untuk setiap pesertanya. Contoh catetannya kurang lebih kayak gini. Ini memang udah boleh di-share kok sama yang dikasih catetan hehe:


 

Waktu bareng Dhira, selain nemenin di segmen Bacod, aku juga ngebantu dia ngebangun karakter tokoh untuk video klipnya.

Selama bikin Podcast Zodiak Gembira bareng Podluck Podcast, aku juga selalu bikin catetan tentang narasumber yang kemudian dimuat di media Pabrikultur.com.

Kalau kita balik lagi ke pertanyaan kamu sebelumnya, apa yang bikin diri aku yakin sebagai praktisi Zombi, akhirnya jawabannya apa yang aku baca di chart aku sendiri:

Aku tau untuk apa aku digariskan Merkurial ^^

Kamu nggak nyoba ngajar atau bikin workshop pembacaan zodiak?

Hahahaha, aku nggak berani. Aku bingung gimana ngajar secara efektif. Kalau diibaratin sebagai juru masak, mungkin aku bukan orang yang biasa masak pake resep saklek. Aku tau prinsip dasarnya, belajar sifat bahan dan teknik masak lewat pengalaman, tapi begitu masuk dapur, masaknya nggak pernah persis banget sama resep.

Beberapa temen, yang belajar baca chart sama aku, biasanya ngeliat cara aku baca aja. Dari situ mereka nangkep dan ngolah sendiri. Kalaupun ada yang mereka tanyain, berangkatnya selalu dari chart orang, konteksnya jelas. 

However, aku belajar terus selama ada kesempatan, sebab buat aku pribadi, detail zodiak ini kayak nggak abis-abis dipelajarin. Semakin dalem aku belajar, semakin lengkap pembacaannya. 

Jadi yang istimewa dan beda dari pembacaan Zodiak Gembira ini teks dan personalnya, ya?

Exactly. Makanya biasanya bacanya agak lama karena tiap chart aku treat spesial. Hasil pembacaannya buku digital kecil yang ditulis kayak surat, khusus tentang orang yang bersangkutan. Setiap paket bacaan ada judul dan covernya. Semua aku custom personal. 

coret-coret oren itu buat nutupin nama
 

Dulu aku sempet mikir untuk bikin template cover supaya kerjanya lebih cepet dan bisa jadi brandingnya Zombi. Tapi setelah aku pikir-pikir lagi, nggak usahlah. Aku lebih suka nge-treat setiap bacaan sepersonal ini. Aku pengen si bacaan tersampaikan seutuh mungkin ke pemilik chart. Aku harap apa yang aku tulis bisa jadi cahaya yang nganter tiap orang yang mesen Zombi ke ujung ceritanya masing-masing ^^

Pasang testimoni orang-orang yang kamu bacain di medsos bisa kali, De…

Ada, kok, beberapa testimoni yang aku pasang. Sebagian lagi testimoninya agak personal, jadi aku nggak enak nge-post-nya. Kalaupun mau di-post, kayaknya aku harus minta yang bersangkutan nulis testimoni lain, edisi yang boleh di-post. Tapi kayaknya ini nanti bisa aku pikirin kalau sempet manage-nya. Thank you lho usulnya.

Kenapa kamu jarang update medsos dan promo? Kan orang jadi nggak tau, De…

Itu dia. Aku akuin aku emang payah ngelola medsos, gaptek lagi. Medsos itu phase-nya cepet dan efektif, sementara aku lambat dan detail. Terus aku nggak multi-tasking. Segala hal cenderung aku kerjain satu-satu banget. Jadi aku gelagapan ketika harus ngelola medsos Zombi dan medsos personal aku sekaligus.

Tapi karena aku tau kekuatan Zodiak Gembira dan natur Lunar Virgo aku, aku nggak maksain ngejer gercep di medsos. Aku konsentrasi penuh aja ke bacaannya. Lagian kalau yang mesen kebanyakan, aku kadang agak panik karena aku kan bacanya lama hahaha.

Eh… ngomong-ngomong kamu itu siapa, sih, ngewawancarain aku kayak gini dari tadi?

Aku ini ya kamu juga. Sundea.

Kok bisa?

Pura-pura nggak tau ah. Kita kan Solar Gemini, Dioskuroi, titisan si kembar Kastor-Pollux. Apa anehnya bercakap-cakap sama diri sendiri?

Iya juga ya….

Comments

Popular Posts